Individu

50 Istilah Bisnis yang Sering Digunakan, dari COGS hingga CAGR

28 Jan 2026 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Pelajari 50 istilah bisnis yang paling sering digunakan, dari COGS, ROI, hingga CAGR. Penjelasan lengkap, mudah dipahami, dan cocok untuk pemula maupun profesional

Menjalankan bisnis itu bukan soal punya modal saja. Kamu juga wajib mengenal dengan baik usaha yang kamu jalankan, beserta ilmu-ilmu dasar bisnis sebagai teori yang bisa diimplementasikan.

Salah satu ilmu dasar itu adalah istilah-istilah yang sering digunakan dalam bisnis. Memahami istilah bisnis itu penting, karena itu menandakan keseriusan kamu dan membuktikan kamu nggak cuma ikut-ikutan.

Baca juga: 8 Ide Bisnis Online Tanpa Modal dan Cara Memulainya

Istilah-istilah Bisnis

Pemahaman yang baik terhadap istilah bisnis bikin komunikasi jadi lebih efektif, baik dengan tim internal, atasan, klien, maupun investor.

Kamu bisa menyampaikan ide, laporan keuangan, dan rencana bisnis dengan bahasa yang sama, tanpa miskomunikasi. Di sisi lain, ini juga meningkatkan kredibilitasmu sebagai profesional di mata pihak lain.

Nah berikut ini beberapa istilah bisnis yang sering digunakan dalam keseharian yang perlu kamu pahami!

1. COGS (Cost of Goods Sold)

COGS adalah seluruh biaya langsung yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk atau layanan yang dijual, termasuk bahan baku, biaya produksi, dan tenaga kerja langsung.

2. Gross Profit

Gross profit adalah laba yang tersisa setelah pendapatan dikurangi COGS. Angka ini menunjukkan seberapa efisien bisnis dalam memproduksi barang atau jasa sebelum biaya lain seperti marketing dan operasional diperhitungkan.

3. Net Profit

Net profit merupakan keuntungan bersih setelah semua biaya—operasional, pajak, bunga, hingga biaya lain—dipotong. Inilah indikator paling nyata apakah bisnis benar-benar menghasilkan uang.

4. Revenue

Revenue adalah total pemasukan yang diperoleh dari aktivitas penjualan. Meski terlihat besar, revenue belum tentu mencerminkan kesehatan bisnis jika biayanya juga tinggi.

5. Cash Flow

Cash flow menggambarkan pergerakan uang masuk dan keluar dalam bisnis. Bisnis bisa untung secara laporan, tapi tetap kolaps jika arus kasnya macet.

6. Break Even Point (BEP)

BEP adalah titik di mana total pendapatan sama dengan total biaya. Mengetahui BEP membantu pemilik bisnis menentukan target penjualan minimum agar tidak merugi.

7. Margin

Margin menunjukkan persentase keuntungan dari penjualan. Margin yang sehat memberi ruang untuk promosi, pengembangan produk, dan antisipasi risiko.

8. Operating Expense (OPEX)

OPEX mencakup biaya rutin seperti gaji, listrik, sewa, dan administrasi. Jika OPEX terlalu besar, laba bisnis bisa tergerus meski penjualan tinggi.

9. Capital Expenditure (CAPEX)

CAPEX adalah pengeluaran besar untuk aset jangka panjang seperti mesin atau teknologi. Biasanya dilakukan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

10. ROI (Return on Investment)

ROI mengukur seberapa efektif investasi yang dilakukan. Angka ini membantu menentukan apakah sebuah keputusan bisnis layak dilanjutkan atau tidak.

Baca juga: 3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko, Anda yang Mana?

11. Market Share

Market share menunjukkan seberapa besar porsi pasar yang dikuasai bisnis. Semakin besar market share, semakin kuat posisi kompetitif sebuah brand.

12. Value Proposition

Value proposition menjelaskan manfaat utama yang ditawarkan bisnis kepada pelanggan. Ini menjawab pertanyaan: kenapa orang harus memilih produkmu?

13. Target Market

Target market adalah kelompok konsumen yang paling mungkin membeli produkmu. Menentukan target market membuat strategi pemasaran lebih tepat sasaran.

14. Customer Acquisition Cost (CAC)

CAC adalah biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan satu pelanggan baru. Jika CAC lebih besar dari keuntungan pelanggan, bisnis akan sulit berkembang.

15. Customer Lifetime Value (CLV)

CLV menggambarkan total nilai finansial dari satu pelanggan sepanjang hubungan dengan bisnis. CLV tinggi menandakan loyalitas dan kepuasan pelanggan.

16. Churn Rate

Churn rate menunjukkan persentase pelanggan yang berhenti menggunakan produk. Angka churn tinggi biasanya jadi alarm masalah layanan atau produk.

17. Burn Rate

Burn rate mengukur seberapa cepat perusahaan menghabiskan dana, terutama penting bagi startup yang belum profit.

18. Runway

Runway adalah estimasi waktu bisnis bisa bertahan dengan dana yang ada. Semakin panjang runway, semakin besar ruang untuk eksperimen dan perbaikan.

19. Scalability

Scalability menunjukkan kemampuan bisnis berkembang tanpa biaya meningkat sebanding. Bisnis yang scalable lebih menarik bagi investor.

20. Moat

Moat adalah keunggulan kompetitif yang sulit ditiru, seperti teknologi eksklusif atau loyalitas pelanggan yang kuat.

Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis agar Omset Bertambah

21. Supply Chain

Supply chain mencakup seluruh proses dari bahan baku hingga produk sampai ke konsumen. Gangguan di satu titik bisa berdampak besar ke bisnis.

22. Inventory Turnover

Inventory turnover mengukur seberapa cepat stok terjual. Angka terlalu rendah bisa berarti stok menumpuk dan uang tertahan.

23. Lead Time

Lead time adalah waktu yang dibutuhkan sejak pemesanan hingga produk siap. Lead time panjang bisa menurunkan kepuasan pelanggan.

24. KPI (Key Performance Indicator)

KPI adalah metrik utama untuk mengukur performa tim atau bisnis. KPI membantu fokus pada hal yang benar-benar penting.

25. OKR (Objectives and Key Results)

OKR adalah metode penetapan tujuan yang mengaitkan target besar dengan hasil terukur agar tim tetap selaras.

26. Business Model

Business model menjelaskan bagaimana bisnis menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai. Tanpa model yang jelas, bisnis sulit bertahan.

27. B2B

Model B2B fokus menjual ke perusahaan lain, biasanya dengan transaksi bernilai besar dan proses keputusan lebih panjang.

28. B2C

Model B2C menjual langsung ke konsumen akhir dan sangat bergantung pada branding serta pengalaman pelanggan.

29. Brand Equity

Brand equity adalah nilai emosional dan kepercayaan yang dimiliki merek di mata konsumen. Brand kuat bisa menjual lebih mahal.

30. Go-to-Market Strategy

Strategi ini mengatur bagaimana produk diluncurkan, dipasarkan, dan didistribusikan agar tepat sasaran.

Baca juga: Bisnis Ritel: Pengertian, Klasifikasi, Tujuan dan Contohnya

31. Pricing Strategy

Pricing strategy adalah cara menentukan harga yang kompetitif tanpa mengorbankan profitabilitas.

32. Upselling

Upselling mendorong pelanggan membeli versi produk yang lebih mahal atau fitur tambahan untuk meningkatkan nilai transaksi.

33. Cross-selling

Cross-selling menawarkan produk pelengkap agar pelanggan membeli lebih dari satu item.

34. Retention Rate

Retention rate menunjukkan kemampuan bisnis mempertahankan pelanggan. Biasanya lebih murah mempertahankan pelanggan lama daripada mencari yang baru.

35. Pivot

Pivot adalah perubahan arah bisnis berdasarkan evaluasi pasar dan kinerja.

36. Benchmarking

Benchmarking membandingkan kinerja bisnis dengan standar industri untuk menemukan peluang perbaikan.

37. Due Diligence

Due diligence adalah proses evaluasi mendalam sebelum investasi atau akuisisi untuk meminimalkan risiko.

38. Valuation

Valuation menentukan nilai bisnis berdasarkan kinerja, aset, dan prospek masa depan.

39. Equity

Equity menunjukkan kepemilikan dalam bisnis dan biasanya terkait dengan pembagian keuntungan dan hak suara.

40. Debt

Debt adalah kewajiban finansial yang harus dibayar kembali dan perlu dikelola agar tidak membebani arus kas.

Baca juga: IPO: Arti, Proses, Syarat, & Tujuan Perusahaan Mengajukannya

41. Liquidity

Liquidity mengukur kemampuan bisnis memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa gangguan operasional.

42. Working Capital

Working capital memastikan bisnis punya dana cukup untuk operasional harian.

43. Fixed Cost

Fixed cost tetap ada meski penjualan turun, sehingga perlu dikontrol dengan baik.

44. Variable Cost

Variable cost meningkat seiring volume produksi, sehingga mempengaruhi margin.

45. Economies of Scale

Semakin besar skala produksi, biaya per unit bisa lebih murah.

46. Market Penetration

Strategi ini fokus memperbesar penjualan di pasar yang sudah ada.

47. Diversification

Diversification membantu bisnis mengurangi risiko dengan masuk ke produk atau pasar baru.

48. Risk Management

Risk management membantu bisnis siap menghadapi ketidakpastian.

49. CAGR (Compound Annual Growth Rate)

CAGR menunjukkan pertumbuhan rata-rata tahunan yang stabil dalam jangka panjang.

50. Sustainability

Sustainability memastikan bisnis bisa bertahan lama tanpa merusak sumber daya finansial, sosial, maupun lingkungan.

Baca juga: 10 Cara Dapat Uang dari Facebook, Mudah dan Tanpa Modal!

Memaksimalkan Keuntungan Bisnis

Selain memahami istilah bisnis, kamu juga harus bisa mengelola keuangan usaha dengan baik. Langkah pertama adalah memisahkan keuangan bisnis dan pribadi.

Untuk itu, kamu perlu bantuan layanan perbankan yang memudahkan dalam mengelola keuangan. Tak hanya mudah, pilih layanan keuangan yang menguntungkan seperti Nyala Bisnis dari OCBC.

Nyala Bisnis adalah layanan saldo gabungan untuk mengatur keuangan pribadi dan bisnis secara terpadu, dengan tiga keunggulan, yaitu dua rekening terpisah dalam satu layanan, bebas biaya transaksi, dan solusi digital yang bisa dinikmati.

Dalam pengelolaan dana, Nyala Bisnis menawarkan rekening bisnis yaitu Giro Business Smart dan pribadi melalui Tanda 360. Selain itu, kamu bisa memanfaatkan transaksi valas mudah dengan kurs kompetitif via OCBC mobile.

Nyala Bisnis juga menawarkan bebas biaya transaksi, meliputi:

  • Bebas biaya transfer antar bank melalui ATM, OCBC Internet Banking, dan OCBC mobile dengan metode online dan SKN/LLG 50x per bulan;
  • Bebas biaya administrasi rekening dan biaya di bawah saldo minimum;
  • Bebas biaya tarik tunai di ATM Prima, Bersama, dan OCBC Singapore 50x per bulan.

Selain itu, Nyala Bisnis juga menawarkan reward untuk setiap dana masuk hingga Rp25 Ribu sesuai dengan level Nyala Bisnis masing-masing.

Keunggulan Nyala Bisnis lainnya, nasabah bisa mendapat akses pada Layanan Digitalisasi Bisnis. Ada beberapa kemudahan yang ditawarkan layanan ini, meliputi Sistem Manajemen ERP, Gerbang Pembayaran, dan Sistem Loyalitas.

Kemudian, Nyala Bisnis juga menawarkan Business Fit tunggu apalagi, kamu yang sedang merintis usaha atau bisnis UMKM, yuk buka Nyala Bisnis sekarang juga melalui OCBC ness Solution yang berguna untuk mengecek kesehatan keuangan bisnis, rekomendasi agar bisnis selalu Fit, hingga akses pada kelas-kelas finansial untuk bisnis.

 

Yuk download OCBC mobile sekarang juga dan nikmati semua kemudahannya!

Baca juga: Bingung Mau Usaha Apa? 10 Ide Usaha Rumahan Ini Bisa Dicoba!

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB
Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC
OCBC mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Gaji Besar Tapi Selalu Habis? Coba Cek Arus Kas Kamu
  • Individu
  • Nyala

Gaji Besar Tapi Selalu Habis? Coba Cek Arus Kas Kamu

30 Jan 2026

Arus kas lebih penting dari besar gaji. Pelajari cara membaca dan memperbaiki arus kas bulanan agar keuangan lebih stabil

Sudah Budgeting Tapi Tetap Bocor? Ini Cara Menyusun Anggaran Keluarga
  • Individu
  • Nyala

Sudah Budgeting Tapi Tetap Bocor? Ini Cara Menyusun Anggaran Keluarga

30 Jan 2026

Anggaran keluarga sering gagal karena terlalu kaku. Pelajari cara menyusun anggaran yang realistis dan fleksibel

Customer Protection Starts with Us
  • Individu

Customer Protection Starts with Us

30 Jan 2026
Komitmen Bank dalam Layanan yang Adil, Transparan, dan Bertanggung Jawab
Shio yang Diprediksi Paling Sukses di 2026: Peluang Keuangan & Karier
  • Individu

Shio yang Diprediksi Paling Sukses di 2026: Peluang Keuangan & Karier

29 Jan 2026
Cari tahu shio yang diprediksi meraih kesuksesan di tahun 2026, lengkap dengan peluang karier, keuangan, dan tips mengelola finansial ala OCBC agar lebih maksimal!

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!